PEMBIAKAN ULAT JENGKAL ( Chrysodeixis chalcites dan Trichoplusia orichalces)

PEMBIAKAN ULAT JENGKAL ( Chrysodeixis chalcites dan Trichoplusia orichalces)


  1. Tanam kedelai pada lahan seluas 1000 m2. Tanam tiga tahap dan pada setiap tahap ditanam pada lahan seluas 250 m2 dengan selang antara waktu tanam adalah satu minggu.
  2. Kumpulkan ulat jengkal dari pertanaman milik petani dan dari kebun serangga, utamakan larva yang masih kecil agar tidak terparasit oleh parasitoid.
  3. Tanam kedelai pada lahan seluas 600 m2 secara bertahap dan pada setiap tahap ditanam pada lahan seluas 150 m2/minggu sebagai sumber pakan pembiakan/pemeliharaan larva di laboratorium.
  4. Pakan diperbarui setiap hari
  5. Setelah menjadi pupa, pupa dikelompokkan antara pupa yang berwarna hijau (C. chacites) dan pupa berwarna coklat (T. orichalcea).
  6. Imago yang baru lahir segera diberi pakan berupa 10% larutan madu/gula pasir.
  7. Imago dipindahkan ke dalam ember plastik yang mulutnya ditutup dengan kain trikot berwarna hitam, untuk tempat imago meletakkan telur.
  8. Pada bagian dasar ember diberi kapas yang telah dicelupkan pada 10% larutan madu/gula pasir yang diekspose dalam cawan Petri tanpa tutup.
  9. Pakan imago juga diberikan dengan cara menyemprotkan 10% larutan madu/gula pasir pada kain trikot tutup ember dan pada bagian dalam ember  pada p[agi dan sore hari.
  10. telur dikumpulkan setiap pagi (pukul 08.00 WIB) dengan cara mengambil kain trikot penutup mulut ember dan menggantinya dengan kain yang baru. Pengumpulan telur dilakukan setiap hari sampai tidak ditemukan telur baru atau imago betina telah mati semua.
  11. Telur (kain trikot yang ada telur) diberi tanggal peneluran dan nama spesiesnya, ditempatkan dalam kotak plastik. Untuk mendapatkan kelembaban udara 90-100% ke dalam kotak telur disediakan daun-daun kedelai. Pada telur yang mulai berwarna agak hitam disediakan pucuk-pucuk tanaman kedelai yang pangkal batangnya dibungkus atau diikat dengan kapas basah supaya daunnya tetap segar.
  12. Larva yang baru menetas (keluar dari telur, diinfestasikan pada daun-daun kedelai yang muda (pucuk) dengan menggunakan kuas halus.
  13. Pakan larva diganti setiap hari dengan pucuk kedelai yang baru diambil dari lahan. Larva instar terakhir akan membentuk pupa di daun dengan cara merekatkan pinggir daun kiri dan kanan sehingga pupa tersebut terbungkus dengan helai daun.
  14. Daun yang berisi pupa tersebut ditempatkan dalam kotak plastik bertutup. Untuk mempertahankan kelembaban dalam kotak diberi daun-daun kedelai segar dan kalau layu diganti dengan daun yang baru. Hal ini dimaksudkan supaya pupa berkembang dengan normal dan imagonya dapat lahir secara normal pula.
  15. Imago, telur, dan larva dipelihara seperti imago, telur, dan larva sebelumnya.

Catatan:

Ember/kotak plastik tempat pemeliharaan imago, telur, larva, dan pupa ditempatkan pada tempat yang aman dari jangkauan semut dengan cara menempatkan ember/kotak plastic di atas ember yang ditempatkan dalam cairan larutan detergen (rinso).

(Wedanimbi Tengkano)

2 thoughts on “PEMBIAKAN ULAT JENGKAL ( Chrysodeixis chalcites dan Trichoplusia orichalces)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s